Reinterpretasi Budaya Lokal dalam Praktik Pengelolaan Wellness Tourism Berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Gilang Indra Wicaksana Gilang Universitas Gadjah Mada Author
  • Kurniawan Dwi Saputra Universitas Gadjah Mada Author
  • Rasendriya Tsaqiif Maura Tsaqiif Maura Universitas Gadjah Mada Author

Keywords:

Wellness Tourism, Representasi Budaya Lokal, Pengelolaan Berkelanjutan, Yogyakarta

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan wellness tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pariwisata berbasis budaya lokal, spiritualitas, dan keberlanjutan. Penelitian ini berangkat dari meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman healing, mindfulness, dan reconnecting with nature yang mendorong budaya lokal tidak hanya dipertahankan secara statis, tetapi juga direpresentasikan ulang sesuai kebutuhan wisata kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model wellness tourism di DIY dengan fokus pada reinterpretasi budaya lokal dan praktik pengelolaan yang mendukung keberlanjutan sosial-budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui in-depth interview terhadap pengelola wellness tourism di tiga lokasi, yaitu Garrya Bianti di Kabupaten Sleman, Melukat Sukma di Kabupaten Bantul, dan Desa Wisata Sidorejo di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan teori representasi dan cultural identity dari Stuart Hall yang menjelaskan bahwa identitas budaya bersifat dinamis dan terus dinegosiasikan sesuai perkembangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wellness tourism di DIY merepresentasikan ulang budaya lokal ke dalam bahasa global wellness seperti healing, mindfulness, holistic wellness, dan regenerative hospitality. Ritual budaya, tradisi kesehatan Jawa, serta nilai harmoni manusia dan alam dikemas menjadi pengalaman wisata yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan wisatawan modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelola berperan penting dalam mengkurasi pengalaman wisata, membangun kolaborasi dengan komunitas lokal, serta mengintegrasikan nilai budaya dan prinsip keberlanjutan ke dalam desain wellness tourism. Dengan demikian, wellness tourism tidak hanya berfungsi sebagai produk wisata alternatif, tetapi juga menjadi medium pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas lokal, dan penguatan keberlanjutan sosial-budaya.

References

Brown, A. P. (2010). Qualitative method and compromise in applied social research. Qualitative Research, 10(2), 229-248. https://doi.org/10.1177/1468794109356743

Dini, M., & Pencarelli, T. (2022). Wellness tourism and the components of its offer system : a holistic perspective. Emerald Publishing Limited, 77(2), 394–412. https://doi.org/10.1108/TR-08-2020-0373

Fatihah, W. O., & Rusmaningsih, P. N. (2023). How travel motivation and engagement can boost loyalty to wellness tourism in Yogyakarta. Jurnal Pariwisata Pesona, 8(1), 91–100. https://doi.org/https://doi.org/10.26905/jpp.v8i1.9009

Hall, S. (1989). Cultural identity and cinematic representation. Framework: The Journal of Cinema and Media, (36), 68-81.

Hall, S. (2015).Cultural Identity and Diaspora. In Colonial discourse and post-colonial theory (pp. 392-403). Routledge.

The Global Wellness Economy: Country Rankings (2026). Miami, FL: Global Wellness Institute.

Kazakov, S., & Oyner, O. (2021). Wellness tourism : a perspective article. Emerald Publishing Limited, 76(1), 58–63. https://doi.org/10.1108/TR-05-2019-0154

Kementerian Pariwisata. (2025). Indonesia tourism outlook 2025/2026: Insight report on the quality tourism in Indonesia. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kementerian Pariwisata. (2025). Ajang “Wonderful Indonesia Wellness 2025". Kemenpar.

Kusumawidjaya, E., Rahmanita, M., & Oktadiana, H. (2025). Potentials and Challenges of Urban Wellness Tourism in Indonesia : A Practical Insight from 18 Solo, Yogyakarta, and Ubud. International Journal of Research and Review, 12(6), 24–33. https://doi.org/https://doi.org/10.52403/ijrr.20250604

Lambert, V. A., & Lambert, C. E. (2012). Qualitative Descriptive Research: An Acceptable. Pacific Rim international journal of nursing research, 16(4), 255-256.

Martins, P., Jesus, S. N. De, Pocinho, M., & Pinto, P. (2025). Wellness tourism : a systematic literature review Wellness tourism : a systematic literature review. International Journal of Spa and Wellness, 8(2), 215–245. https://doi.org/10.1080/24721735.2025.2467608

Orvala, N., Dewi, A. A., & Kurniawati, I. (2025). Literature Riview : Efektivitas Program Holistic Wellness Retreat Garrya Bianti Yogyakarta terhadap Tingkat Stres Pengunjung. PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif), 2(2), 76–85.

Pattanapokinsakul, Kanyapat Kattiyapornpong, U. (2025). The Evolution And Future Of Wellness Tourism : A Two- Phase Review And A Six- Dimensional Thematic. Humanities, Arts, and Social Sciences Studies, 25(3), 819–832. https://doi.org/https://doi.org/10.69598/hasss.25.3.277224

Setini, M., Putra, Ida Bagus Udayana Wahyuni, N. M., Asih, D., Triandini, E., & Santikayasa, I. putu. (2025). Innovative strategy : Utilizing social capital to develop green products. Journal of Project Management, 10, 429–440.https://doi.org/10.5267/j.jpm.2024.12.003

Sugiyono, S. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta Bandung.

Voigt, Cornelia, Jennifer Laing, Meredith Wray, Graham Brown, and Gary Howat. (2010). Health Tourism in Australia : Supply , Demand and Opportunities

Downloads

Published

2026-06-29

Issue

Section

Artikel