Sape Sonok Sebagai Antitesis Karapan Sapi
Keywords:
Sape Sonok, Antitesis, Karapan SapiAbstract
Masyarakat Madura terkenal dengan kebudayaan yang kaya, namun banyak yang mengenalnya hanya melalui tradisi Carok. Padahal, Madura memiliki berbagai tradisi menarik lainnya seperti Sape Sonok, yang menonjolkan keindahan, keselarasan, dan keterampilan sapi betina dalam suatu lomba. Tradisi ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan menghasilkan bibit sapi unggul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sape Sonok merupakan alternatif tanpa kekerasan terhadap Karapan Sapi, yang sering mendapat kritik karena kekerasan terhadap hewan. Sape Sonok menampilkan keindahan dan keanggunan sapi yang dihias dengan aksesoris, yang berkontribusi pada peningkatan status sosial pemiliknya. Hal ini menunjukkan bahwa Sape Sonok dapat menjadi simbol prestise tanpa mengorbankan kesejahteraan hewan, menjadikannya antitesis dari Karapan Sapi.
References
Aini, Z., Afifah, N., Muslim, I., & Hasanah, S. I. (2019). Etnomatematika: Eksplorasi Budaya Kerabhen Sape Madura. Jurnal Medives, 3(2), 177–183. https://doi.org/10.31331/medivesveteran.v3i2.856
Fachlevi, D. S., Fauziyah, E., & Sunyigono, A. K. (2022). Strategi Nafkah Berkelanjutan Rumah Tangga Peternak Sapi Sonok di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan. Agriscience, 2(3), 805–818. https://doi.org/10.21107/agriscience.v2i3.14759
Haerussaleh. (2017). Sape Sonok di Kabupaten Sumenep: Nilai Tradisi dan Transenden (Pendekatan Sosiologi Sastra). Fonema, 4(1), 1–17.
Kosim, M. (2012). Kerapan Sapi ; “Pesta” Rakyat Madura (Perspektif Historis-Normatif). KARSA, 11(1), 68–76. https://doi.org/10.19105/karsa.v11i1.149
Nazali, A. H. (2018). Analisis Persaingan Bisnis Game Shanghai Moonton Technology Dalam Lingkungan Industri Game Mobile Kategori Moba [Skripsi]. Universitas Komputer Indonesia.
Pambudi, B. (2015). Semiotika Karapan Sapi dan Transformasi Simbolik Masyarakat Madura. Jurnal Komunikasi Islam, 5(1), 114–127. https://doi.org/10.15642/jki.2015.5.1.114-127
Raditya, A. (2020). Pertarungan Identitas (Keluarga) Sapi Madura. Journal of Urban Sociology, 3(1), 7–22. http://dx.doi.org/10.30742/jus.v3i1.1189
Rafi’i. (2022). Etnografi Komunitas Sapi Sonok Sebagai Simbol Budaya Madura [Disertasi]. Universitas Sahid Jakarta.
Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Riyanto, A., & Zaini, I. (2019). Kerapan Sapi Sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Lukis. Jurnal Seni Rupa, 7(4), 181–188.
Sahid, H., & Rusdiana, E. (2016). Penegakan Hukum Pasal 302 Ayat 1 KUHP Terhadap Budaya Karapan Sapi Madura di Kabupaten Pamekasan. Novum: Jurnal Hukum, 3(3), 1–9. https://doi.org/10.2674/novum.v3i3.17676
Shalihah, H. (2019). Tinjauan hukum pidana Islam terhadap tradisi kerapan sapi di Kabupaten Bangkalan Madura [Skripsi]. UIN Sunan Ampel.
Sultoni, M. I., & Alrianingrum, S. (2020). Kesenian Saronen Kelompok “Bunga Aroma” dalam Kegiatan Kemasyarakatan di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 1975-2015. AVATARA, 10(1), 1–15.
Susilawati, T. (2017). Sapi lokal Indonesia: Jawa Timur dan Bali (1 ed.). UB Press.
Utami, D. P., Melliani, D., Maolana, F. N., Marliyanti, F., & Hidayat, A. (2021). Iklim Organisasi Kelurahan dalam Perspektif Ekologi. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(12), 2735–2742. https://doi.org/10.47492/jip.v1i12.536
Yuliansyah, F. (2016). Pemaknaan Sapi Sonok Bagi Masyarakat Madura [Skripsi]. Universitas Airlangga.
Zali, Moh., Fanani, Z., Ihsan, M. N., & Nugroho, B. A. (2019). Strategi Strategis Budidaya Sonok dalam Upaya Pemurnian Sapi Madura: (Studi kasus di Desa Waru Barat, Kabupaten Pamekasan). Jurnal Sains Peternakan, 7(2), 102–121. http://dx.doi.org/10.21067/jsp.v7i2.3566


