Pembacaan Cosmic Hierophany Pada Lanskap dan Tinggalan Arkeologis Abad 7-9 M di Dataran Tinggi Dieng

Authors

  • Honami Mulan Andadari Wicaksono Departemen Arkeologi, Universitas Indonesia Author

Keywords:

Arkeologi Lanskap, Dataran Tinggi Dieng, Kosmologi, Cosmic Hierophany, Arkeostronomi

Abstract

Artikel ini menganalisis perwujudan cosmic hierophany pada lanskap Dieng yang diaktualkan melalui tinggalan arkeologisnya dari Abad 7-9 M dengan tujuan untuk memahami interaksi masyarakat Hindu di Dieng dalam memaknai kosmos dengan menggunakan metode kajian literatur untuk mengkaji teori dan mengobservasi peta persebaran tinggalan arkeologis di Dataran Tinggi Dieng. Melalui pendekatan arkeologi lanskap, fenomenologi ruang, dan pengujian konsep cosmic hierophany penelitian ini menaruh tinggalan arkeologis masa Hindu di Dieng sebagai elemen aktif yang membentuk pengalaman kosmologis masyarakat pada masa itu. Teori cosmic hierophany oleh Mircea Eliade dan Giulio Magli menyebutkan bahwa kesejajaran astronomi, ketinggian ekstrem, fenomena alam, dan keterpencilan topografi suatu kawasan menghasilkan kondisi yang menegaskan karakter kosmologis dari kawasan tersebut. Artikel ini menunjukkan bahwa tinggalan arkeologis di Dieng bukan dianggap sebagai sumber cosmic hierophany, melainkan perangkat yang menghidupkan peristiwa kosmologis di lanskap Dieng.

References

Aini, N., & Faqih, A. (2021). Analisis fenomena frost di Dataran Tinggi Dieng berdasarkan kondisi meteorologis. Jurnal Agromet, 35(2), 30-38.

Candi Dwarawati | Dieng Banjarnegara. (2019). Dieng Banjarnegara. https://diengbanjarnegara.com/listing/candi-dwarawati/?lang=id

Candi Setyaki | Dieng Banjarnegara. (2019). Dieng Banjarnegara. https://diengbanjarnegara.com/listing/setyaki-temple/?lang=id

Candi Gatotkaca. (2024, August 31). Indonesia Kaya. https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/yang-tersisa-di-kompleks-candi-gatotkaca/

Eliade, M. (1957). The sacred and the profane: The nature of religion. Harcourt, Brace & World.

Harriyadi. (2019). Pertimbangan Pemilihan Lokasi Kompleks Candi Dieng. AMERTA, 37(2), 123-138. https://doi.org/10.24832/amt.v37i2.123-138

Kompleks Candi Arjuna. (2019). JNews.com. https://share.google/Qt0lUCdPbbAHY1Z7f

Magli, G. (2016). Archaeoastronomy: Introduction to the science of stars & stones (3rd ed.). Springer.

Munandar, Agus Aris (2016, November 3). Toponimi Dalam Kajian Arkeologi. Seminar Nasional Toponimi: Toponimi dalam Perspektif Ilmu Budaya, 1-25.

Tilley, Christopher (1994). A phenomenology of landscape: Places, paths and monuments. Berg Publishers.

Setyani, T. I. (2011). Tantu Panggelaran: Representasi Ruang Simbolik dalam Konsep Kesempurnaan Dunia Jawa. Universitas Indonesia.

Setyowati, Dewi Liesnoor & Hardati, Puji (2009). Fenomena Dataran Tinggi Dieng. Yogyakarta: Grafindo Litera Media.

Sharer, R. J., & Ashmore, W. (2003). Archaeology Discovering Our Past. McGraw Hill Higher Education.

Sohoni, P. (2018). The hunt for a location: The establishment of a sacred site. Nanzan University, 215-234.

Situs Dharmasala | Dieng Banjarnegara. (2019). Dieng Banjarnegara. https://diengbanjarnegara.com/listing/darmasala-area/?lang=id

Stefanus, Marsis, S., & Tathagati, A. (2021). Bawana winasis Dieng: budaya tak terkatakan. Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Vogler, E.B. (1949). De Monsterkop Uit Het Omlijstingsornament van Tempeldoorgangen En -Nissen in de Hindoe-Javaanse Bouwkunst. Brill.

Wicaksono, Honami Mulan Andadari (2025). Situs Ondho Budha di Dataran Tinggi Dieng: Tinjauan Arkeologis dan konsepsi dasar religius Hindu (Tugas akhir, Universitas Indonesia). Universitas Indonesia Repository.

Wirjosuparto, Sutjipto (1957). Bangunan Kuno Dieng. Jakarta: Kalimosodo

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Artikel