Pertapaan Indrakila Sebagai Ruang Negosiasi Budaya: Antara Sejarah dan Budaya Berbasis Wisata Spiritual
Keywords:
Indrokilo, Budaya, & Sejarah.Abstract
Pertapaan Indrokilo di lereng Gunung Ringgit merupakan situs cagar budaya yang mengalami
transformasi fungsi dan makna dalam konteks sosial-budaya kontemporer. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis bagaimana situs ini menjadi ruang negosiasi budaya antara nilainilai sejarah,
praktik spiritual, dan kepentingan wisata modern. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi
partisipatif dan wawancara mendalam, studi ini mengacu pada teori multivokalitas dari James
Clifford dan konsep liminalitas serta communitas dari Victor Turner. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Pertapaan Indrokilo merupakan ruang multivokal yang dimaknai secara beragam oleh
peziarah, wisatawan, masyarakat lokal, dan akademisi. Situs ini menjadi arena transisi spiritual dan
membentuk solidaritas temporer, namun juga menghadapi ketegangan antara pelestarian nilai
historis dan ekspresi religius kontemporer, termasuk praktik pembangunan fisik yang mengubah struktur aslinya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan partisipatif dan pendekatan
edukatif dalam menjaga keberlanjutan situs budaya. Dengan memahami situs sebagai arena
negosiasi makna yang dinamis, maka pelestarian dapat dilakukan secara adaptif dan inklusif,
sehingga Pertapaan Indrokilo tetap menjadi warisan budaya yang hidup di tengah perubahan
zaman.
References
Clifford, J. (1988). The predicament of culture: Twentieth-century ethnography, literature, and art.
Harvard University Press.
Hendhycas, B. P., & Munandar, A. A. (1994). Bangunan Punden Berundak di Kawasan Gunung Ringgit dan Sekitarnya. Jurnal Arkeologi, 12(2), 123–140.
Logan, W. (2016). Cultural diversity, cultural heritage and human rights: towards heritage management as human rights-based cultural practice. In World heritage management and human rights (pp. 19-32).
Routledge.
Museum Pasuruan. (2014, August 19). Pertapaan Indrokilo. https://pasuruankabmuseumjatim.word press.com/2014/08/19/pertapaan-indrokilo/.Smith, L. (2006). Uses of Heritage. Routledge.
Radar Bromo. (2024, March 13). Meski Ada Sejumlah Pengunjung Meninggal, Pertapaan Indrokilo Prigen Pasuruan Tak Pernah Sepi, Begini Kepercayaan Warga Setempat. https://radarbromo.jawapos.com/pandaan/1004437807/meski-adasejumlahpengunjung-meninggal-pertapaan-indrokiloprigen-pasuruan-tak-pernah-sepi-beginikepercayaanwarga-setempat?page=2.
Radar Bromo. (2023, October 17). Pertapaan Indrokilo, konon jadi tempat Presiden Pertama RI Soekarno bertapa, seperti apa?
https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/100443 0600/pertapaan-indrokilo-kononjadi-tempatpresiden-pertama-ri-soerkano-bertapa-sepertiapa?page=2.
Smith, L., & Waterton, E. (2013). Heritage, communities and archaeology. A&C Black.
Turner, V., Abrahams, R., & Harris, A. (2017). The ritual process: Structure and anti-structure. Routledge.
Wawancara pribadi dengan Alvie, pendaki dari Surabaya, 18 Mei 2025.
Wawancara pribadi dengan Athifa Raisa Putri, mahasiswa sejarah, 18 Mei 2025.
Wawancara pribadi dengan Ronto, Polisi Hutan Tahura R. Soerjo, 17 Mei 2025.
Wawancara pribadi dengan peziarah anonim, 17 Mei 2025.
Wawancara pribadi dengan Ahmad Riza Wijaya, mahasiswa sejarah, 18 Mei 2025.
Wawancara pribadi dengan penjaga parkir Pertapaan Indrokilo, 17 Mei 2025.