PERNIKAHAN BEDA AGAMA PADA MASA MATARAM KUNO HINGGA MASA KOLONIALISME
Keywords:
Pernikahan, Beda agama, Mataram kuno, KolonialismeAbstract
Dalam beberapa sumber sejarah diketahui bahwa pernikahan beda agama sudah lama terjadi di Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa tokoh-tokoh penguasa (raja) dari masa Mataram Kuno hingga masa Kolonialisme yang melakukan pernikahan beda agama. Sehingga dapat dikatakan bahwa hal tersebut tidaklah dianggap sebagai hal tabu ataupun masalah dalam kehidupan sosial pada masa itu. Pada masa kolonialisme sendiri, diketahui pemerintah kolonial Hindia Belanda mengeluarkan sebuah aturan hukum yang mengatur pernikahan beda agama. Oleh sebab itulah, hal tersebut sangat menarik untuk dibahas dan dikaji secara mendalam. Dikarenakan pada masa milenial sekarang ini pernikahan beda agama selalu dipermasalahkan oleh beberapa pihak dan dianggap sebagai hal tabu dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini, akan dilakukannya pengkajian mengenai pernikahan-pernikahan beda agama yang pernah terjadi di Nusantara pada masa Mataram Kuno hingga masa Kolonialisme bangsa barat.
References
Brandes, J.L.A. (1897). Pararaton (Ken Arok) of het boek der Koningen van Tumapěl en van Majapahit. Uitgegeven en toegelicht. Batavia: Albrecht; 's Hage: Nijhoff. VBG 49.1.
Bruinessen, Martin Van. (1992). Tarekat Naqsyabandiyah Di Indonesia. Bandung: Penerbit Mizan.
Chambert-Loir, Henri. (2013). Naik Haji di Masa Silam Tahun 1482 – 1890. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Damaika, Saktiani. (2018). Kakawin Nagarakertagama. Yogyakarta: NARASI.
Hardjpwardojo, Pitono. (1965). Pararaton. Jakarta: BHRATARA.
Hill, A.H. (1960). Hikayat Raja-Raja. Singapore: Malaya Publishing House.
Hukumonline.com. (2014). Tanya Jawab Tentang Nikah Beda Agama Menurut Hukum Di Indonesia. https://www.hukumonline.com/klinik/a/nikah-beda-agama-cl290/
Kriswanto, A. (2009). Pararaton: Alih Aksara dan Terjemahan. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Mulyana, S. (2009). Tafsir Sejarah NagaraKretagama. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang.
…………………, (2012). Menuju Puncak Kemegahan. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang.
…………………, (2013). Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam Di Nusantara. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang.
Munsji, ibn Abdulkadir. (1958). Sedjarah Melaju: Menurut Terbitan Abdullah. Jakarta: Djambatan.
Nurcholist, Ahmad & Ahmad Baso. (2010). Pernikahan Beda Agama Kesaksian, Argumen Agama, dan Analisis Kebijakan. Jakarta: Komnas HAM
Olthof, W.L. (2014). Babad Tanah Jawi. Yogyakarta: Narasi
Padmapuspita, J. (1966). Pararaton: Teks Bahasa Kawi Terjemahan Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Araska.
Pigeaud, T. G. Th. (1960). Java in the 14th Century A Study in Cultural History: The Negarakertagama By Rakawi Prapanca of Majapahit. 1365 AD. Volume I-V. The Hague: Martinus Nijhoff.
Robson, Stuard. (1995). Desawarnana: Negarakrtagama By Mpu PrapaNCA. Leiden: KITLV Press.
Siong, Goue Giok. (1958). Segi-Segi Hukum Peraturan Perkawinan Tjampuran. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Soejono, R.P. (1973). “Zaman Kuno” dalam Sejarah Nasional Indonesia Jilid II (ed). Marwati D.P. Jakarta: Balai Pusataka.
Soejono, R.P. (1973). “Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia” dalam Sejarah Nasional Indonesia Jilid III (ed). Marwati D.P. Jakarta: Balai Pusataka.
Soekmono, R. (1991). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan
Zainuddin, H.M. (1961). Tarich Atceh dan Nusantara. Medan: Pustaka Iskandar Muda.